Masalah didefinisikan sebagai suatu kondisi atau situasi yang menimbulkan kebutuhan atau ketidakpuasan pada sebagian orang, yang menginginkan pertolongan atau perbaikan. Dalam kajian administrasi publik, perlu adanya pemahaman mengenai masalah yang ada di masyarakat. Kemudian juga perlu memahami perbedaan anatara masalah publik dengan masalah privat. Karena hal ini akan sangat mempengaruhi pada proses pembuatan kebijakan.
Tahap pengenalan masalah sangatlah penting dalam
proses pembuatan kebijakan. Sang pembuat kebijakan harus dapat mengenal dan
mendefinisikan masalah dengan baik dan benar, agar nantinya kebijakan publik
yang dibuat untuk mengatasi masalah tersebut dapat bener-benar menjadi formula
atau obat yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Untuk memudahkan pehamanan kita dalam membedakan
masalah pubik dengan bukan masalah publik, pada tulisan ini akan menjelaskan
beberap kategori dan karakter yang dimiliki oleh masalah publik. Akan tetapi
sebelum membahas kategori dan karakteristik dari masalah publik, ada beberapa
hal mendasar yang juga perlu kita pahami terlebih dahulu terkait dengan masalah
publik, yaitu perlu dipahami bahwa suatu masalah akan menjadi masalah publik jika melibatkan banyak orang
dan mempunyai akibat tidak hanya pada orang-orang yang secara langsung
terlibat, tetapi juga sekelompok orang yang secara tidak langsung terlibat. Kemudian masalah akan menjadi masalah publik apabila
ada orang atau kelompok yang menggerakkan ke arah tindakan untuk mengatasi
masalah tersebut. Dan juga suatu masalah akan menjadi masalah publik jika masalah tersebut
diartikulasikan. Masalah-masalah publik adalah masalah-masalah yang mempunyai
dampak luas dan mencakup konsekuensi bagi orang-orang yang tidak secara
langsung terlibat.
Dan barulah setelah kita memahami hal-hal dasar
tersebut, kita membahas mengenai kategori yang dimiliki oleh masalah-masalah publik. Menurut Theodore J. Lowi (1972) kategori dari masalah
publik yaitu :
a.
Pertama, dapat dibedakan menjadi masalah prosedural dan masalah
substantif. Masalah prosedural berhubungan dengan cara pemerintah
diorganisasikan dan cara pemerintah melakukan tugas-tugasnya, sedangkan masalah
substantif berkaitan dengan akibat-akibat nyata dari kegiatan manusia.
b.
Kategori kedua, didasarkan pada asal-usul masalah. Berdasarkan kategori
ini, masalah publik dapat dibedakan menjadi masalah luar negeri dan masalah
dalam negeri.
c.
Kemudian, masalah publik
juga dapat dibedakan berdasarkan kategori jumlah orang yang dipengaruhi serta
hubungannya antara satu dengan yang lain. Berdasarkan kategori ini, masalah
publik dapat dibedakan menjadi masalah distributif, masalah regulasi, dan
masalah redistributif. Masalah distributif mencakup sejumlah kecil orang dan dapat
ditanggulangi satu per satu, sedangkan masalah regulasi mendorong timbulnya
tuntutan-tuntutan yang diajukan dalam rangka membatasi tindakan-tindakan pihak
lain. Adapun masalah redistributif menyangkut masalah yang menghendaki
perubahan sumber-sumber antarkelompok atau kelas dalam masyarakat. Kebijakan
ini berawal dari konflik dan melibatkan konflik kelas.
Kemudian masalah publik juga memiliki beberap
karaketristik yang perlu juga untuk dipahami. Karakteristik masalah publik menurut Willian
Dunn (2000), yaitu :
a.
Saling ketergantungan, contohnya masalah perekonomian berkaitan dengan
masalah pengangguran, pendidikan, kesehatan. Ketika masyarakat
ekonomi dibawah garis kemiskinan, tentunya juga akan mempengaruhi bidang lain
dalam kehidupannya, seperti tingkat pendidikan nya yang kebanyakan rendah juga,
kemudian dari tingkat kesehatan yang kurang juga,sehingga dari permasalah
ekonomi ini mempengaruhi bidang lainnya atau saling ketergantungan dengan
masalah lainnya.
b.
Subjektifitas, contohnya masalah perekonomian di indoensia dipandang
sebuah masalah oleh orang-orang yang
hidup di garis kemiskinan. Akan tetapi tidak menjadi masalah bagi
orang-orang yang kehidupannya serba mencukupi. Jadi karakteristik masalah ini
dilihat dari orang atau kelompok yang memandangnya.
c.
Sifat buatan, contohnya karena di indonesia terdapat banyak orang ekonomi rendah
dan berkeinginan untuk bisa mengatasinya, maka masalah perekonomian ini menjadi
masalah publik
d.
Dinamika masalah kebijakan, contohnya di daerah pantai program
pemberantasan kemiskinan tidak akan sama dengan program pemberantasan
kemiskinan di pegunungan jika konteknya melalui pembebrdayaan usaha masyarakat.
Sumber : Dun, William. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik.
Komentar
Posting Komentar